Detak Jantung Marc Marquez Bisa Ungkap Kans Juara MotoGP 2026
Marc Marquez memanfaatkan jeda musim panas MotoGP 2026 untuk memperbaiki kondisi fisiknya. Hasil latihan tersebut diyakini bakal terlihat dari satu indikator yang tak biasa, yakni detak jantungnya saat kembali balapan di MotoGP Inggris akhir pekan ini.
Pebalap Ducati itu menutup paruh pertama musim dengan performa impresif. Berkat kemenangan ganda di MotoGP Jerman dan hasil konsisten pada seri-seri berikutnya, Marquez sukses memangkas jarak dari pemuncak klasemen Jorge Martin.
Sebelum jeda musim panas, selisih poin Marquez yang sempat mencapai 102 angka kini tinggal 18 poin. Namun, juara dunia bertahan itu mengaku masih memiliki satu pekerjaan rumah besar.
“Motor bekerja dengan baik, begitu juga tim dan mental saya. Saya hanya perlu meningkatkan kondisi fisik agar bisa melangkah lebih jauh musim panas ini. Liburan saya akan lebih singkat,” kata Marquez seperti dilansir Crash.net.
“Lengan kanan. Itu satu-satunya bagian yang masih perlu saya tingkatkan. Saya akan bekerja keras untuk membangunkan kembali otot-otot yang selama ini seperti ‘tertidur’. Kalau itu berhasil, kami bisa benar-benar bersaing memperebutkan gelar juara pada paruh kedua musim.”
Detak Jantung Jadi Tolok Ukur
Marquez sebelumnya mengungkapkan bahwa detak jantungnya saat balapan musim ini menjadi yang tertinggi sepanjang kariernya setelah kembali dari cedera.
Bukan karena kondisi jantungnya bermasalah, melainkan tubuhnya harus bekerja lebih keras untuk mengompensasi lemahnya kekuatan di lengan dan bahu kanan.
Pebalap asal Spanyol itu telah menjalani operasi untuk mengatasi saraf radial yang terjepit. Operasi tersebut berhasil menghilangkan rasa nyeri dan mati rasa, tetapi kekuatan otot di lengan kanannya belum pulih sepenuhnya.
“Untungnya sekarang saya sudah tidak mengalami mati rasa lagi (setelah operasi saraf radial), juga tidak merasakan sakit. Masalahnya hanya tenaga yang berkurang dan massa otot yang belum kembali.”
“Saya harus mengompensasinya dengan bagian tubuh yang lain, sehingga kelelahan yang saya rasakan terjadi di seluruh tubuh.”
“Memang benar, detak jantung saya saat balapan musim ini menjadi yang paling tinggi sepanjang karier saya sejak kembali dari cedera. Tetapi saat di rumah justru menjadi yang paling rendah. Itu berarti ketika mengendarai motor, saya harus mengompensasi kekurangan di lengan kanan dengan bagian tubuh yang lain.”
MotoGP 2026 akan kembali bergulir di Sirkuit Silverstone pada 7-9 Agustus. Balapan tersebut diperkirakan menjadi gambaran pertama apakah program latihan Marquez selama jeda musim panas berhasil mengembalikan kekuatan lengan kanannya.
Jika beban fisik pada tubuhnya berkurang dan detak jantungnya kembali lebih normal saat balapan, peluang Marquez untuk terus memangkas selisih poin sekaligus memburu gelar juara dunia MotoGP 2026 diyakini akan semakin terbuka.
https://sport.detik.com/
